Miracle in Cell No.7

Miracle in Cell No.7

 


 

 

 Ikhwanul fitra/11210240000074

 Film ini menceritakan tentang kisah joselito hopes, seorang ayah tunggal yang memiliki anak perempuan bernama Yesha. Meskipun Joselito mengidap keterbelakangan mental, nyatanya Yesha tetap menganggapnya sebagai ayah terhebat yang pernah ada. Namun siapa sangka hidup mereka yang bahagia itu akan berubah dalam sekejap hanya karena sebuah tas.

Konflik bermula saat Yesha menginginkan sebuah tas merah muda bergambar Sailor Moon yang dipajang di sebuah toko. Joselito yang saat itu belum memiliki uang terpaksa mengatakan bahwa ia akan membelikan tas itu besok setelah menerima gajinya. Namun, malang bagi Yesha karena tepat setelah ayahnya mengatakan hal itu, tas Sailor Moon incarannya sudah dibeli oleh gadis lain di toko tersebut. Keesokan harinya, Joselito kembali bertemu dengan gadis itu yang kemudian menunjukkannya toko lain yang menjual tas Sailor Moon incaran Yesha. Tak disangka ketika Joselito mencoba mengikutinya, gadis itu tiba–tiba tewas tergelincir di hadapannya dengan kepala yang terbentur ke tanah. Ketika Joselito berusaha menyelamatkan nyawanya, ia malah disangka sebagai pembunuh setelah berusaha memperkosa gadis tersebut.  Dan pada akhirnya Joselito harus mendekam di sel nomor 7 yang merupakan sel khusus dengan keamanan paling tinggi.

Berakhir di penjara tak lantas membuat Yesha benci kepada ayahnya. Anak perempuan berusia 6 tahun ini yakin bahwa ayahnya tidak melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Yesha kecil pada akhirnya harus tinggal di panti asuhan dan tidak memiliki kesempatan bertemu ayahnya. Namun, Tuhan ternyata masih berpihak padanya karena kesempatan itu datang manakala teman satu sel Joselito berhasil membawa Yesha masuk ke dalam sel untuk bertemu dengan ayahnya.

Adegan mengharukan selanjutnya terjadi ketika Joselito dengan eratnya memeluk Yesha di dalam penjara. Joselito yang memiliki keterbelakangan mental berusaha menjelaskan mengapa ia berakhir di penjara. Namun, Yesha yang memiliki pemikiran dewasa itu tidak butuh penjelasannya karena ia berkeyakinan bahwa ayahnya merupakan orang baik yang tidak bersalah. Hadirnya Yesha di sel nomor 7 nyatanya mampu membawa kehangatan bagi penghuni sel lainnya. Yesha dengan kepolosannya memberikan apa yang disebut sebagai “cinta” kepada penghuni lainnya. Meskipun berhasil masuk ke dalam sel ayahnya, kebahagiaan itu tidak berakhir lama karena Yesha yang ketahuan mengakibatkan ayahnya mendapat siksaan lebih berat dari sipir penjara.Karakter Joselito yang baik dan sangat menyayangi Yesha pada akhirnya berhasil membuat orang lain percaya bahwa ia tidak melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Perlahan tapi pasti setiap orang di bui kemudian membantu Joselito untuk membawa Yesha masuk ke dalam sel nomor 7 untuk menemuinya. Polosnya Yesha nyatanya mampu mengubah setiap penghuni untuk berkelakuan lebih baik kepada Joselito hingga akhirnya mereka sepakat untuk membantu Joselito agar lepas dari hukumannya. Upaya itu sayangnya tak selaras dengan kehendak Tuhan. Joselito yang tidak bersalah akhirnya harus berpisah dengan putri kecilnya untuk selama-lamanya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUAT BLOG DI BLOGGER